Pertandingan ke 8 Stressor Vs. BGO CHMK diunggulu oleh BGO dengan skor 2:1
Jumat, 04 Desember 2015
Aquinas Cup 1
Pertandingan ke 7 JMK3 Vs. AL dimenangkan oleh JMK3 dengan skor 4:1.
Pertandingan ke 8 Stressor Vs. BGO CHMK diunggulu oleh BGO dengan skor 2:1
Pertandingan ke 8 Stressor Vs. BGO CHMK diunggulu oleh BGO dengan skor 2:1
Aquinas Cup I ; lanjutan 16 besar
Jumat, 04 Des
- Pertandingan lanjutan (16 besar) :
- JMK3 Vs. Angkatan Laut
- Stessor Vs. BGO CHMK
Hasil sementara 3:1
- Menyusul babak 8 besar :
- RSUD Yoh. Vs. Dokar FC
- Siloam B Vs. KMK Maranatha
- Vonsela Vs. Medical
- (unggul poin (1))
Kamis, 03 Desember 2015
Gading sebagai Belis masyarakat Adonara
Budaya Lamaholot
By. Echy Ratu
Setiap daerah pasti memiliki adat istiadat, kebiasaan dan budaya, termasuk masyarakat di daerah Flores Timur khususnya Pulau Adonara.Salah satu budaya yang paling dikenal dan khas dari daerah ini adalah belis atau mas kawin dalam sebuah perkawinan. Masyarakat Lamaholot tetap mempertahankan warisan dari para leluhur ini hingga sekarang. Belis atau dalam bahasa Lamaholot disebut ’Welin’ dalam sebuah perkawinan di Adonara adalah Gading atau yang biasa disebut ‘Bala’. Pemberian Gading(Bala) tersebut merupakan sebuah syarat yang harus dipenuhi oleh seorang pria yang ingin menikahi seorang gadis (Kebarek). Ini menandakan bahwa pria tersebut benar-benar serius untuk menikahi sang gadis. Gading tersebut menggambarkan penghormatan dan penghargaan kepada seorang wanita yang akan dinikahi serta kesucian sebuah perkawinan. Dengan begitu, orang tidak akan bisa dengan seenaknya mempermainkan sebuah perkawinan yang suci. Pemyerahan gading/bala juga disertai dengan barang lainnya seperti sarung tenun (Kewatek), binatang (seperti babi,kambing), dll. Jumlah gading yang diberikan kepada pihak wanita yaitu berdasarkan dari keturunan Ibu.Jadi, misalnya Belis dari Ibu sang gadis berjumlah 3 gading, maka belis untuk anaknya juga berjumlah 3. Selain itu berdasarkan tingkat ekonomis. Jika si wanita berasal dari keluarga bangsawan, jumlah gadingnya akan lebih banyak dari keluarga yang sederhana dan biasa-biasa saja. Ukuran Bala itu sendiri bermacam-macam, tergantung kesepakatan kedua pihak keluarga yang bersangkutan. Pada umumnya, ukuran gading disetarakan dengan ukuran satu depa orang dewasa.
Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan jaman, keberadaan Gading sebagai mas kawin mulai berkurang dan sulit untuk dicari. Seperti yang dapat kita lihat, saat ini banyak orang yang memanfaatkan gading gajah untuk membuat perhiasan seperti kalung,cincin,dll. Mengingat populasi gajah yang juga sudah berkurang, maka sebaiknya gading/bala yang sampai sekarang masih ada dalam genggaman tangan masyarakat Lamaholot, tetap dijaga agar bisa diteruskan dan diwariskan kepada generasi penerus sehingga warisan budaya ini tetap lestari. Sehingga meskipun pada suatu saat Gajah itu punah, budaya Lamaholot ini masih tetap ada. Apabila budaya/tradisi ini dianggap menyulitkan dan terlalu mengikat, maka alangkah baiknya dibuat lebih sederhana saja misalnya jumlah dan ukuran gading bisa didiskusikan secara bersama-sama dengan keluarga terkait agar bisa menjadi lebih mudah, tanpa menghilangkan nilai budaya tersebut, karena untuk merubah tradisi yang sudah ada ini sangatlah sulit karena masyarakat sudah berpegang teguh pada budaya ini.
Langganan:
Postingan (Atom)

